Jantung – Berita Herbal Indonesia
3 Tanaman Herbal Ini Bisa Mengatasi Jantung Bengkak

3 Tanaman Herbal Ini Bisa Mengatasi Jantung Bengkak

Jantung bengkak merupakan penyakit yang cukup serius, jika tidak segera diobati mungkin akan berdampak bahaya untuk kehidupan Anda. Sebelum kita membahas tentang tanaman herbal untuk mengatasi jantung bengkak, kita akan membahas sekilas tentang penyakit jantung bengkak terlebih dahulu.

Secara umum, kelainan jantung bengkak merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan adanya pembengkakan pada jantung. Ketika ada pembengkakan, maka ukuran jantung menjadi tidak normal. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan jantung bengkak, diantaranya adalah:

  • Memiliki penyakit anemia
  • Adanya kelainan pada katup jantung
  • Kelainan pada otot jantung (kardiomiopati)
  • Memiliki riwayat kolestrol dan darah tinggi

Selain disebabkan oleh faktor seperti diatas, pembengkakan jantung juga bisa disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan juga  asupan makan yang tidak sehat.

Pembengkakan jantung mungkin akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya seperti merasakan panas pada dada, sesak nafas, cepat lelah, detak jantung tidak teratur dan sering merasakan sakit pada dada.

Tanaman Herbal Untuk Mengatasi Jantung Bengkak

Mengatasi jantung bengkak secara alami dengan tanaman herbal merupakan pilihan yang tepat karena tidak menimbulkan efek samping. Berikut ini adalah 6 tanaman herbal untuk mengatasi jantung bengkak:

1. Kulit manggis

Kulit manggis dikenal dengan sejuta manfaatnya untuk kesehatan, salah satu manfaat kulit manggis adalah untuk Tanaman herbal untuk mengatasi jantung bengkakmembantu mengatasi jantung bengkak secara alami.

Di dalam kulit manggis terdapat kandungan senyawa xanthone, dimana kandungan senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan. Senyawa xanthone dapat membantu Anda untuk melawan radikal bebas yang dapat membahayakan kesehatan.

Adanya radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah sautnya adalah dapat menimbulkan adanya endapan di dalam aliran darah, dimana jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka akan mengakibatkan penyumbatan.

Selain memiliki kandungan senyawa xanthone, kulit manggis juga memiliki kandungan-kandungan yang lainya seperti vitamin B1, vitamin B2, fosfor, natrium, niasin, zat besi dan juga serat.

2. Bawang putih

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan rempah-rempah ini, selain bisa digunakan sebagai penyedapat makanan, ternyata bawang putih memiliki manfaat untuk membantu mengatasi jantung benakak secara alami.

Di dalam bawang putih terdapat kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidan yang sangat tinggi, sehingga dapat mengurangi dan mengobati rasa nyeri yang disebabkan oleh adanya pembengkakan pada otot jantung.

Untuk membuat herbal alami bawang putih sebenarnya sangat gampang, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Siapkan 3 siung bawang
  • Kupas dan cuci hingga bersih
  • Blander hingga halus
  • Masukan sedikit madu dan aduk hingga merata

Dan setelah merasa, ramuan alami untuk mengobati jantung bengkak sudah dapat Anda konsumsi.

3. Mahkota dewa

Mahkota dewa merupakan tanaman herbal yang dipercaya bisa membantu mengatasi jantung bengkak secara alami. Tanaman herbal mahkota dewa ini berasal asli dari papua, dan dapat tumbuh hingga ketinggian 3 meter.

Di dalam buah mahkota dewa terdapat banyak sekali kandungan senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan yang terdapat pada buah mahkota dewa diantaranya adalah saponin, flavonoid, alkoloid, dan juga polifenol, dimana kandungan-kandungan tersebut sangat bermanfaat untuk jantung dan dapat mengobati jantung bengkak.

Untuk membuat ramuan herbal dari mahkota dewa, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Bahan yang harus disiapkan:

  • Buah mahkota dewa
  • Daun sambiloto kering
  • Daun dewa
  • Daun pegagan

Cara pembuatan:

  • Cuci sampai bersih bahan-bahan yang sudah disiapkan
  • Rebus semua bahan ke dalam air sebanyak 2 gelas
  • Biarkan hingga mendidih dan sampai tersisa 1 gelas
  • Angkat dan saring air rebusan
  • Diamkan hingga dingin
  • Konsumsi 3x sehari

Itulah 3 tanaman herbal yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi jantung bengkak secara alami dan sangat aman tanpa efek samping.

Jantung merupakan organ yang sangat penting, oleh karena itu Anda harus menjaga kesehata nya dengan benar dan bersungguh-sungguh. Dan jika Anda mengalami gejala yang menandakan adanya masalah pada jantung, Anda harus segera memeriksakannya dan mengobatinya.

Pos by:
Berita Herbal Indonesia

Baca Juga:

 

 

5 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang Secara Alami dan Cepat

5 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang Secara Alami dan Cepat

Cara mengatasi jantung lemah – Mungkin Anda pernah merasakan jantung berdebar-debar secara tiba-tiba ditempat umum, terkadang keluhan tersebut sering diikuti rasa sesak pada dada.

Sebelum Anda mengetahui cara mengatasi jantung lemah, lebih baik Anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab umum jantung berdebar:

  • Sering mengkonsumsi kafein
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  • Mengkonsumsi alkhol secara berlebihan
  • Mengalami cemas berlebihan
  • Sering merekok
  • Kehamilan
  • Penyakit jantung
  • Kondisi medis tertentu

Jantung berdebar-debar bisa disebabkan oleh beberapa faktor, untuk mengetahui penyebab lebih jelasnya mungkin Anda memerlukan pemeriksaan ke dokter.

Tetapi disini kami akan memberikan cara mengatasi jantung lemah secara alami dan juga cepat. bagaimana cara mengatasinya? mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Cara mengatasi jantung berdebar-debar kencang secara tiba-tiba

Dalam bahasa medis, kelainan jantung berdebar-debar yang disertai dengan sesak dada disebut dengan palpitasi jantung. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, baik itu sedang berdiri, duduk dan berbaring, atau sedang beraktivitas yang lainya.

Berikut ini adalah cara mengatasi jantung berdebar secara alami:

1. Melakukan relaksasi

Kondisi stres sangat tidak baik untuk kesehatan. Salah satu dampak dari stres adalah dapat menjadi penyebab jantung berdebar-debar.

Mungkin Anda dapat melakukan beberapa teknik relaksasi dibawah ini:

  • yoga
  • meditasi
  • napas dalam-dalam
  • menghabiskan waktu di luar rumah
  • Mengunjungi tempat yang Anda sukai
  • Menenangkan diri di tempat yang hijau

2. Mengurang atau berhenti mengkonsumsi asupan stimulan

Menggunakan dan mengkonsumsi produk stimulan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan jantung berdebar-debar.

Berikut ini adalah obat-obatan yang mengandung stimulan:

  • ganja
  • produk tembakau
  • penekan nafsu makan
  • beberapa obat pilek dan batuk
  • beberapa obat kesehatan mental
  • beberapa obat tekanan darah tinggi
  • minuman berkafein seperti kopi , teh, dan soda

Tetapi tidak semua orang akan mengalami jantung berdebar setelah mengkonsumsi simulan. Tetapi jika Anda mengalami jantung berdebar setelah mengkonsumsi simulan, maka Anda harus mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsinya.

3. Menjaga elektrolit seimbang

Elektrolit merupakan molekul yang ditemukan hampir di seluruh tubuh. Molekul memiliki fungsi  untuk membantu mengirimkan sinyal listrik. Dimana sinyal tersebut sangat berperan penting dalam mengatur denyut jantung.

Anda dapat meningkatkan jumlah electrolit di dalam tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan:

  • Kalium
  • Sodium
  • Kalsium
  • Magnesium

Menjalani diet secara normal biasanya akan menyediakan sumber natrium yang cukup banyak.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang mengandung kalium yang sangat tinggi:

  • Kentang
  • Pisang
  • Alpukat
  • Bayam

Produk-produk susu dan juga sayuran hijau memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi, selain itu kandungan magnesium juga dapat Anda dapatkan di dalam sayuran kacang, dan juga ikan.

4. Berolahraga secara teratur

Cara mengatasi jantung berdebarOlahraga merupakan aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara menyeluruh dan membantu untuk melatih irama jantung secara normal. Berolahraga juga dapat mengurangi stres dan rasa cemas yang berlebihan.

Latihan kardiovaskular sangat bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah dapat membantu Anda untuk memperkuat jantung, sehingga dapat mencegah atau mengobati dari kondisi palpitasi jantung (jantung berdebar)

Berikut ini adalah latihan kardiovaskular yang dapat Anda lakukan:

  • Bersepeda
  • Jogging
  • Berlari
  • Rengan
  • Dan berjalan santai

Itulah cara alami mengatasi jantung berdebar-debar. Menjaga pola hidup yang sehar merupakan cara kunci untuk mencegah dan melawan berbagai gangguan kesehatan. Semoga bermanfaat dan sampai berjumpa di artikel kesehatan yang lainya.

Pos by:
Berita Herbal Indonesia

Baca Juga:

 

4 Cara Mengatasi Jantung Lemah Secara Alami

4 Cara Mengatasi Jantung Lemah Secara Alami

Cara mengatasi jantung lemah secara alami sangat mudah jika Anda ingin bersungguh-sungguh dan bersabar. Jantung merupakan salah satu organ yang sangat penting di dalam tubuh manusia, jika jantung Anda bermasalah, maka nyawa Anda sedang terancam.

Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah seluruh tubuh, dimana di dalam darah tersebut berisi nutrisi makanan dan juga oksigen sebagai bahan bakar manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Sebagai organ yang berfungsi sebagai alat pemompa darah, di dalam organ jantung dilengkapi dengan otot-otot yang akan membantu dalam kontraksi. Jantung memiliki rongga atas dan juga rongga bawah, keduanya rongga tersebut bekerja secara bergantian.

Pada saat rongga atas berkontraksi, maka darah akan segera mengalir menuju keluar jantung dan menuju ke seluruh bagian tubuh. Lalu pada saat rongga bawah berelaksasi, maka darah akan mengalir dari seluruh tubuh menuju ke dalam jantung.

Seseorang yang mengalami gangguan jantung lemah, menandakan sebuah kondisi dimana jantung tidak bekerja secara normal. Ini artinya kemampuan jantung untuk mempompa darah menurun, akibatnya aliran darah akan lambat dan juga tidak lancar.

Cara mengatasi jantung lemah Secara Alami

Apakah kelainan jantung lemah dapat diobati? tentu saja bisa, disini kami akan membahas cara mengatasi jantung lemah secara alami. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi jantung lemah secara alami:

1. Minuman Teh Hijau

mengobati jantung lemah dengan teh hijauKebiasaan minuman teh hijau sudah menjadi kebiasan orang jepang sejak lama. Hal itu berasalan, karena teh hijau mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Dengan tingginya kandungan antioksidan tersebut, teh hijau mampu menjaga kesehatan jantung dan memulihkan jantung lemah.

Tidak hanya itu saja, ternyata teh hijau juga dapat menurunkan kadar kolestrol di dalam tubuh, dengan begitu teh hijau juga sangat baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

Tetapi terlalu banyak mengkonsumsi teh hijau juga tidak baik untuk kesehatan, karena di dalam teh hijau mengandung oksalat, dimana kandungan tersebut dapat menyebabkan batu ginjal.

2. Olahraga secara teratur

Mengatasi jantung lemah dengan berolahragaBerolahraga secara teratur dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Tidak hanya itu saja, olahraga secara teratur merupakan kunci kesehatan agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Salah satu manfaat dari olahrga adalah untuk menjaga kesehatan jantung. Dengan berolahraga, akan membantu Anda untuk menghindari berbagai penyakit jantung yang berbahaya seperti, jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, jantung lemah dan juga yang lainya.

Selain untuk menjaga kesehatan jantung, berolahraga juga merupakan terapi alami untuk mengatasi masalah jantung lemah.

3. Mengkonsumsi Blueberry

Buah blueberry dikenal buah yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak. Salah satu kandungan yang terdapat pada buah blueberry adalah kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan yang terdapat pada blueberry dapat membantu Anda untuk mengurangi resiko dan mencegah penyakit jantung lemah.

4. Mengkonsumsi Manggis

Buah manggis dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, hal ini dikarenakan buah manggis memiliki banyak kandungan nutrisi diantaranya vitamin E dan vitamin E. Kedua vitamin tersebut memiliki manfaat untuk membantu mengoptimalkan kinerja jantung dan membantu memperlancar pemompaan darah menuju ke seluruh tubuh.

Dengan begitu, buah manggis sangat berperan penting di dalam mencegah dan mengobati jantung lemah. Tidak hanya itu saja, buang manggis juga bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah, menurunkan kadar kolestrol. Kolestrol merupakan salah satu penyebab dari timbulnya berbagai penyakit salah satunya adalah penyakit jantung.

Itulah pembahasan tentang cara mengatasi jantung lemah secara alami, semoga bermanfaat dan sampai berjumpa di artikel kesehatan yang lainya.

Ditulis oleh:
Berita Herbal Indonesia

Baca juga:

Faktor Penyebab Jantung Bengkak Yang Harus Anda Ketahui

Faktor Penyebab Jantung Bengkak Yang Harus Anda Ketahui

Jantung bengkak merupakan kondisi pembengkakan ukuran jantung sehingga melebihi ukuran normal jantung. Kondisi ini bisa terjadi karena otot-otot jantung yang membengkak atau dinding jantung mengalami penebalan yang disebabkan oleh beberapa sebab.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan jantung bengkak, tetapi yang paling dapat menyebabkan pembengkakan jantung adalah tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner (penyakit iskemik). Penyebab yang lainya diantaranya seperti adanya gangguan katup jantung, kelenjar tiroid, anemia, dan kita akan bahas selengkapnya dibawah ini.

Mengenali jenis jantung bengkak

Jantung bengkak terdiri dari dua jenis. Pertama jantung bengkak yang disebabkan oleh otot-otot jantung yang membesar. Kondisi jantung bengkak seperti ini masih mampu memompa darah secara normal, namun jika terus dibiarkan, kondisi ini akan semakin parah dan kemampuan jantung untuk memompa darah semakin menurun.

Jenis yang kedua adalah kardiomiopati. Kondisi ini merupakan adanya penebalan pada dinding bilik jantung, dengan adanya penebalan tersebut, maka jantung tidak dapat memompa darah secara normal.

Penyebab jantung bengkak

Tergantung berat atau ringannya jantung bengkak yang Anda derita, pada tahap awal terkadang jantung bengkak sama sekali tidak menimbulkan gejala apapun. Tetapi jika kondisi jantung bengkak semakin memburuk, maka gejala-gejala sebagai berikut ini mungkin akan Anda rasakan:

  • Sering pusing
  • Cepat merasa lelah
  • Merasa sulit bernapas
  • Irama detak jantung tidak teratur
  • Terjadinya pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

Penyebab Jantung Bengkak

Kondisi pembengkakan jantung dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menyebabkan jantung Anda memompa secara tidak normal, sehingga kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Tetapi kadang-kadang jantung membesar dan menjadi lemah karena alasan yang tidak diketahui (idiopatik).

Berikut ini adalah beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada jantung:

1. Tekanan darah tinggi.

Jantung Anda mungkin harus memompa lebih keras untuk mengantarkan darah ke seluruh tubuh Anda, memperbesar dan mengentalkan otot.

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar, menyebabkan otot jantung akhirnya melemah. Tekanan darah tinggi juga dapat memperbesar ruang atas jantung Anda (atria).

2. Penyakit katup jantung.

Empat katup di hati Anda menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Jika katup rusak oleh kondisi seperti demam rematik, cacat jantung, infeksi (endokarditis infeksi), gangguan jaringan ikat, obat-obatan tertentu atau perawatan radiasi untuk kanker, jantung Anda mungkin membesar.

3. Penyakit otot jantung (kardiomiopati).

Saat penebalan dan pengerasan otot jantung ini berlangsung, jantung Anda mungkin membesar untuk mencoba memompa lebih banyak darah ke tubuh Anda.

4. hipertensi pulmonal.

Jantung Anda mungkin perlu memompa lebih keras untuk memindahkan darah di antara paru-paru dan jantung Anda. Akibatnya, sisi kanan hati Anda bisa membesar.

5. Cairan di sekitar jantung Anda (efusi perikardial).

Akumulasi cairan di dalam kantung (pericardium) yang mengandung jantung Anda dapat menyebabkan jantung Anda tampak membesar pada rontgen dada.

6. Jumlah sel darah merah yang rendah (anemia).

Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan Anda. Anemia kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur. Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk menutupi kekurangan oksigen dalam darah.

7. Gangguan tiroid.

Baik kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk jantung yang membesar.

8. Besi yang berlebihan di dalam tubuh (hemochromatosis).

Hemochromatosis adalah gangguan di mana tubuh Anda tidak secara tepat memetabolisme zat besi, menyebabkannya menumpuk di berbagai organ, termasuk jantung Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan  terjadinya pembesaran pada ventrikel kiri dan kanan karena melemahnya otot jantung.

9. Amiloidosis.

Amyloidosis adalah suatu kondisi di mana protein abnormal beredar dalam darah dan dapat disimpan di jantung, mengganggu fungsi jantung Anda dan menyebabkannya membesar.

Itulah penjelasan tentang penyebab jantung bengkak. Jika Anda ingin terhindar dari masalah jantung bengkak, maka jagalah kesehatan, dengan menjaga pola makan dan olahraga secara teratur.

Pos by:
Berita Herbal Indonesia

Baca Juga:

 

Penyebab Jantung Koroner Yang Wajib Kamu Ketahui

Penyebab Jantung Koroner Yang Wajib Kamu Ketahui

Penyebab jantung koroner – Jantung koroner merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya penumpukan lemak, kolestrol, dan zat lainya pada pembuluh darah. Jantung bisa disebut sebagai nyawa pada manusia, karena jika jantung Anda mengalami masalah atau tidak berdetak lagi, maka itu menandakan sebuah kematian.

Seiring bertambahnya usia, maka keelastian pembuluh darah akan seakin berkurang, ditambah lagi dengan radikal bebas dan pembentukan plak lemak pada di dinding pembuluh darah.

Jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, khususnya di Indonesia, 35% kematian penduduk Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Dalam sebuah penelitan menemukan bahwa, penderita penyakit jantung dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan.

Pada saat ini salah satu masalah yang sering terjadi adalah kondisi jantung koroner. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya jntung koroner, kita harus menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan jantung koroner.

Apa Penyebab Jantung Koroner?

Penyakit jantung koroner bisa terjadi pada saat arteri koronaria (arteri yang berfungsi memasok darah ke otot jantung) mengalami pengerasan dan penyempitan. Penyempitan dan pengerasan arteri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi
  • Diabetes atau resistensi insulin
  • Gaya hidup menetap

Setelah dinding bagian dalam arteri rusak, timbunan lemak (plak) yang terbuat dari kolesterol dan produk limbah seluler lainnya cenderung berakumulasi di tempat cedera dalam proses yang disebut atherosclerosis. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka plak akan semakin membesar dan aliran darah menuju otot jantung semakin berkurang dan semakin sulit. Akibatnya jantung akan kekurangan oksigen dan darah yang dibutuhkan. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan serangan jantung bahkan kerusakan jantung secara permanent.

Faktor Resiko

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung koroner:

  • Usia. Cukup bertambah tua meningkatkan risiko arteri yang rusak dan menyempit.
  • Jenis kelamin. Pria umumnya berisiko lebih besar terhadap penyakit arteri koroner. Namun, risiko untuk wanita meningkat setelah menopause.
  • Sejarah keluarga. Riwayat keluarga penyakit jantung dikaitkan dengan risiko penyakit arteri koroner yang lebih tinggi, terutama jika seorang kerabat dekat mengembangkan penyakit jantung pada usia dini. Risiko Anda paling tinggi jika ayah atau saudara laki-laki Anda didiagnosis menderita penyakit jantung sebelum usia 55 tahun atau jika ibu atau saudara perempuan Anda mengembangkannya sebelum usia 65 tahun.
  • Merokok. Orang yang merokok memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat secara signifikan. Mengekspos orang lain ke asap rokok Anda juga meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri Anda, menyempitkan saluran melalui mana darah dapat mengalir.
  • Kadar kolesterol darah tinggi. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah  dapat meningkatkan risiko terjadinya pembentukan plak dan atherosclerosis. Tingginya kadar kolestrol dapat disebabkan oleh kolesterol low-density lipoprotein (LDL) yang tinggi, dimana kolestrol tersebut merupakan kolestrol jahat.
  • Diabetes. Diabetes dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit arteri koroner. Diabetes tipe 2 dan penyakit arteri koroner memiliki faktor risiko yang sama, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi.
  • Kegemukan atau obesitas. Berat berlebih biasanya memperburuk faktor risiko lainnya.
  • Ketidakaktifan fisik. Kurang berolahraga juga dikaitkan dengan penyakit arteri koroner dan beberapa faktor risikonya juga.
  • Stres tinggi. Stres yang tak tertahankan dalam hidup Anda dapat merusak arteri Anda serta memperburuk faktor risiko lain untuk penyakit arteri koroner.
  • Diet tidak sehat. Makan terlalu banyak makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, lemak trans, garam dan gula dapat meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.

Itulah penyebab dan faktor resiko jantung koroner. Menjaga kesehatan jantung harus Anda lakukan. Karena jantung merupakan organ yang sangat penting.

Ditulis oleh:
Berita Herbal Indonesia

Baca Juga:

 

Mengetahui Bahaya Alkohol Untuk Kesehatan Jantung

Mengetahui Bahaya Alkohol Untuk Kesehatan Jantung

Bahaya alkohol untuk kesehatan jantung – Tentunya kita sudah mengetahui jika alkohol tidak baik untuk kesehatan, salah satu bahaya alkohol adalah untuk kesehatan jantung.

Minuman beralkohol hanya akan memberikan keseahtan hanya sesaat saja. Tetapi dalam jangka panjang, alkohol akan memberikan efek yang sangat buruk dan tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Semua organ di dalam tubuh tidak dirancang untuk menyerap nutrisi atau semua kandungan yang terdapat pada alkohol, haasilnya alkohol hanya akan merusak organ-organ di dalam tubuh kita. Dan yang lebih parah, alkohol dapat merusakan salah satu organ yang sangat vital yaitu jantung.

Sebenarnya jika alkohol dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, itu tidak akan terlalu memberikan efek yang signifikan untuk kesehatan. Hanya pada saat ini, banyak orang yang mengkonsumsi beralkohol secara berlebihan.

Bahaya alkohol untuk kesehatan

Jika Anda mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang tidak wajar, Anda harus mengetahui bahaya alkohol untuk kesehatan berikut ini:

1. Meningkatkan tekanan darah

Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan, dan terus dilakukan dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan potensi meningkatnya tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan darah yang dipompa lebih kuat, dan hal tersebut dapat berpengaruh terhadap arteri seseorang. Dalam jangka panjang, efek yang ditimbulkan oleh alkohol akan semakin parah, efek tersebut diantaranya akan menimbulkan hipertensi. Tidak sampai disitu saja, karena tekanan darah tinggi dapat menimbulkan efek masalah kesehatan antara lain seperti terjadinya pengerasan arteri, serangan jantung dan juga stroke.

2. Melemahkan otot jantung

Jantung merupakan organ manusia membutuhkan oksigen dan juga nutrisi yang sangat penting di untuk tubuh agar tetap bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

Oksigen dapat membantu jantung untuk memompa darah dan karbondioksida akan membawa darah sehingga dapat bernafas melalui hidung.

Tidak hanya itu saja, efek sering mengkonsumsi alkohol dapat melemahkan jantung. Dan dalam jangka waktu yang panjang, pada akhirnya jantung akan rusak dan terjadi kondisi kardiomiopati. Kardiomiopati merupakan sekumpulan komplikasi kelainan jantung, yang sering kali akan mengakibatkan gagal jantung.

Anda juga dapat membaca: Mengetahui Ciri-ciri dan Penyebab Jantung Lemah

3. Meningkatkan resiko serangan jantung

Faktor resiko dari sering mengkonsumsi alkohol yang selanjutnya adalah dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi alkohol dapat beresiko meningkatkan kadar lemak di dalam darah, seiring dengan waktu lemak tersebut akan membentuk menjadi plak dan mengakibatkan penyempitan arteri.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan mengakibatkan serangan jantung. Hal ini disebabkan oleh arteri yang dipenuhi oleh plak sehingga jantung akan kekurangan oksigen.

4. Perubahan detak jantung

Tidak hanya dapat menyempitkan arteri saja, sering mengkonsumsi alkohol juga dapat berpengaruh terhadap perubahan detak jantung yang tidak normal atau sering disebut dengan kondisi aritmia jantung.

Aritimia jantung bisa terjadi jika ada perubahan pada sistem kelistrikan jantung, kondisi tersebut kemudian dapat menimbulkan efek lain diantaranya seperti abnormal pathways, sinyal jantung terhalang, sel jantung teriritasi dan kondisi yang lainnya.

Anda juga bisa membacanya disini: Aritmia – Penyebab, Gejala dan Jenisnya

5. Atrial Fibrillation

Kondisi atrial fibrillation merupakan salah satu jenis kondisi masalah jantung aritmia. Atrial Fibrillation dapat menyebabkan terjadinya atrium pada jantung bergetar lebih cepat dibandingkan pada saat kondisi jantung normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh efek pada saat mengkonsumsi alkohol atau bahkan efek kumulatif dari minum alkohol.

Sudah banyak sebuah penelitian yang membuktikan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan atrial fibrillation (Afib). Berdasarkan sebuah penelitian yang telah dimuat oleh Journal of the American College of Cardiology, menghindari mengkonsumsi alkohol adalah cara terbaik untuk mencegah kondisi atrial fibrillation.

Itulah 5 bahaya alkohol untuk kesehatan jantung, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini.

Ditulis oleh:
Berita Herbal Indonesia

 

 

Takikardia – Penyebab, Gejala Dan Jenisnya

Takikardia adalah jenis gangguan irama jantung yang umum (aritmia) di mana jantung berdetak lebih cepat daripada biasanya saat istirahat.

Ini normal untuk denyut jantung Anda meningkat selama latihan atau sebagai respons fisiologis terhadap stres, trauma atau penyakit (sinus tachycardia). Namun pada takikardia (tak-ih-KAHR-dee-uh), jantung berdetak lebih cepat dari biasanya di ruang atas atau bawah jantung atau keduanya saat beristirahat.

Denyut jantung Anda dikendalikan oleh sinyal listrik yang dikirim melalui jaringan jantung. Takikardia terjadi ketika kelainan di jantung menghasilkan sinyal listrik cepat yang mempercepat denyut jantung, yang biasanya sekitar 60 hingga 100 kali per menit saat istirahat.

Dalam beberapa kasus, takikardia dapat menyebabkan tidak ada gejala atau komplikasi. Tetapi jika tidak diobati, takikardia dapat mengganggu fungsi jantung normal dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Gagal jantung
  • Pukulan
  • Serangan jantung mendadak atau kematian

Apa penyebab takikardia?

Takikardia umumnya disebabkan oleh gangguan pada impuls listrik normal yang mengontrol aksi pompa jantung – tingkat di mana jantung kita memompa. Situasi, kondisi, dan penyakit berikut adalah penyebab yang mungkin:

  • reaksi terhadap obat-obatan tertentu
  • kelainan kongenital jantung
  • mengkonsumsi terlalu banyak alkohol
  • konsumsi kokain dan beberapa obat rekreasi lainnya
  • ketidakseimbangan elektrolit
  • penyakit jantung yang telah mengakibatkan suplai darah yang buruk dan kerusakan jaringan jantung, termasuk penyakit arteri koroner , penyakit katup jantung, gagal jantung, penyakit otot jantung, tumor, atau infeksi.
  • hipertensi
  • kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • merokok
  • penyakit paru-paru tertentu

Kadang-kadang, tim medis mungkin tidak dapat mengidentifikasi penyebab pasti takikardia.

Gejala takikardia

Ketika jantung Anda berdetak terlalu kencang, mungkin tidak memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh Anda. Ini dapat menghilangkan organ dan jaringan oksigen Anda dan dapat menyebabkan tanda dan gejala tachycardia berikut:

  • Sesak napas
  • Lightheadedness
  • Denyut nadi cepat
  • Jantung berdebar-debar – detak jantung yang cepat, tidak nyaman atau tidak teratur atau sensasi “menjatuhkan diri” di dada.
  • Sakit dada
  • Pingsan (sinkop)

Beberapa orang dengan takikardia tidak memiliki gejala, dan kondisi ini hanya ditemukan selama pemeriksaan fisik atau dengan tes pemantauan jantung yang disebut elektrokardiogram.

Jenis takikardia

Berikut ini adalah jenis takikardia yang paling umum termasuk:

Fibrilasi atrium

Kadang-kadang, aktivitas listrik dapat timbul dari atrium kiri daripada simpul sinus. Ini menyebabkan kamar-kamar berkontraksi pada tingkat yang terlalu tinggi dan tidak teratur. Ini adalah fibrilasi atrium.

Episode fibrilasi atrium dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Terkadang, episode tidak hilang begitu saja tanpa pengobatan. Kebanyakan orang dengan atrial fibrilasi memiliki beberapa kelainan jantung yang berhubungan dengan kondisi tersebut.

Atrial flutter

Atria berdetak cepat, tetapi teratur. Ini disebabkan oleh masalah sirkuit di atrium kanan. Kontraksi atria lemah karena detak jantung yang cepat.

Sebuah episode flutter atrial dapat berlangsung beberapa jam atau beberapa hari. Kadang-kadang mungkin tidak hilang sampai diobati. Atrial flutter terkadang merupakan komplikasi dari operasi, tetapi bisa juga disebabkan oleh berbagai bentuk penyakit jantung. Orang-orang dengan atrial flutter umumnya juga mengalami atrial fibrillation.

Takikardia supraventrikular (SVT)

Ini mengacu pada ritme jantung yang berakselerasi yang berasal di atas jaringan ventrikel. Sirkuit abnormal di jantung biasanya hadir saat lahir dan menciptakan loop dari tumpang tindih sinyal. Episode SVT dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa jam.

Takikardia ventrikel

Sinyal listrik abnormal di ventrikel menghasilkan denyut jantung yang cepat. Kecepatan detak jantung tidak memungkinkan ventrikel untuk mengisi dan berkontraksi dengan baik, menghasilkan suplai darah yang buruk ke tubuh.

Jenis takikardia ini sering merupakan kondisi yang mengancam nyawa dan diperlakukan sebagai darurat medis.

Fibrilasi ventrikel

Ventrikel bergetar dengan cara yang tidak efektif, menghasilkan suplai darah yang buruk ke tubuh. Jika ritme jantung yang normal tidak pulih dengan cepat, sirkulasi darah akan berhenti, menyebabkan kematian.

Orang dengan kondisi jantung yang mendasari atau mereka yang tersambar petir menyebabkan trauma serius dapat mengalami fibrilasi ventrikel.

 

 

 

Penyebab Bradikardia, Gejala Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bradikardia, Gejala Dan Cara Mengatasinya

Bradikardia adalah kondisi detak jantung yang tidak normal. Jantung Anda biasanya berdetak antara 60 dan 100 kali per menit. Jika Anda memiliki bradycardia, denyut jantung Anda akan kurang dari 60 denyut per menit (BPM).

Jika jantung Anda tidak memompa cukup darah yang kaya oksigen ke tubuh dengan setiap kontraksi, bradikardia bisa menjadi masalah serius. Tetapi bagi sebagian orang, detak jantung yang lambat tidak akan menyebabkan gejala atau komplikasi.

Banyak orang dewasa yang aktif secara fisik memiliki detak jantung pada saat istirahat di bawah 60 BPM tanpa efek negatif. Denyut jantung Anda mungkin juga turun di bawah 60 BPM selama tidur nyenyak. Usia lebih rentan terhadap masalah dengan bradikardia.

Baptist Health dikenal untuk perawatan lanjutan yang unggul untuk pasien dengan penyakit jantung dan diagnosis, manajemen dan pengobatan bradikardia. Anda akan menghargai janji yang tepat waktu dan perhatian penuh terhadap kekhawatiran Anda, semuanya dalam suasana yang positif dan ramah.

Di Baptist Health, Anda memiliki akses ke tim spesialis multidisiplin dan terapi inovatif yang paling komprehensif, termasuk banyak yang hanya tersedia melalui uji klinis khusus. Dalam segala hal, kami bekerja untuk menunjukkan yang terbaik dalam perawatan yang sangat baik kepada mereka yang mempercayai kami dengan kesehatan mereka.

Penyebab Bradikardia

Kemungkinan mendapatkan bradikardia meningkat saat usia bertambah, meskipun itu benar untuk sebagian besar kondisi jantung. Merokok , penyalahgunaan narkoba, dan tekanan darah tinggi juga membuatnya lebih mungkin. Penyebab bradikardi bisa sangat bervariasi dari satu orang ke orang berikutnya.

Irama abnormal dapat muncul setelah serangan jantung atau sebagai efek samping dari operasi jantung. Hal-hal lain yang dapat menyebabkannya:

  • Obat-obatan tertentu, seperti obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan aritmia lainnya, atau detak jantung yang tidak normal
  • Cacat bawaan, atau masalah yang Anda alami sejak lahir
  • Penyakit tiroid, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh
  • Obstructive sleep apnea, ketika napas Anda berhenti beberapa kali sepanjang malam

Tanda dan gejala bradikardia

Pada saat jantung Anda tidak cukup sehat dalam memompa darah ke semua organ dan jaringan yang membutuhkannya. Ketika ini terjadi, akan menimbulkan tanda dan gejala sebagai berikut ini:

  • Pusing
  • Sesak napas
  • Cepat merasa kelelahan
  • Nyeri dada atau palpitasi
  • Sering pingsan atau hampir pingsan
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi

Cara mengatsi bradikardia

Ada beberapa cara untuk mengatasi bradikardia, untuk mengambil langkahnya cara mengatasinya tergantung dari faktor yang menyebabkan dan gejala bradikardia. Jika bradikardia yang Anda rasakan tidak menimbulkan gejala yang membahayakan, biasanya dokter tidak akan melakukan tindakan medis apapun.

Tujuan dari mengatasi bradikardia adalah untuk meningkatkan ritme detak jantung, hal ini agar aliran darah dapat tepompa ke seluruh bagian tubuh.

Ditulis oleh:
Berita Herbal Indonesia

Baca Juga:

 

Aritmia – Penyebab, Gejala dan Jenisnya

Aritmia – Penyebab, Gejala dan Jenisnya

Aritmia menggambarkan detak jantung yang tidak teratur – jantung mungkin berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, terlalu dini, atau tidak teratur.

Aritmia terjadi ketika sinyal listrik ke jantung yang mengkoordinasikan detak jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya, beberapa orang mengalami detak jantung yang tidak teratur, yang mungkin terasa seperti jantung yang berdetak atau berdebar.

Banyak aritmia jantung tidak berbahaya; Namun, jika mereka sangat abnormal, atau hasil dari jantung yang lemah atau rusak, aritmia dapat menyebabkan gejala serius dan bahkan berpotensi fatal.

Fakta tentang aritmia

  • Beberapa aritmia tidak memiliki gejala yang terkait.
  • Gejala aritmia sering termasuk pusing, sesak napas, dan palpitasi.
  • Penyebab aritmia bervariasi dan termasuk diabetes, tekanan mental, dan merokok.
  • Denyut jantung yang lambat tidak selalu merupakan tanda penyakit.

Apa Itu Aritmia?

Aritmia jantung, juga dikenal sebagai detak jantung yang tidak teratur atau disritmia jantung, adalah sekelompok kondisi di mana denyut jantung tidak teratur, terlalu lambat, atau terlalu cepat.

Ada beberapa jenis artitmia, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Detak jantung lambat: bradikardia.
  • Detak jantung cepat: takikardia.
  • Detak jantung tidak teratur: flutter atau fibrilasi.
  • Detak jantung dini: kontraksi prematur.

Kebanyakan aritmia tidak serius, tetapi beberapa dapat mempengaruhi individu untuk terserang stroke atau jantung.

Penyebab Aritmia

Setiap gangguan terhadap impuls listrik yang menyebabkan jantung berkontraksi dapat menyebabkan aritmia. Untuk orang dengan hati yang sehat, mereka harus memiliki denyut jantung antara 60-100 denyut per menit saat beristirahat.

Atlet olimpiade, misalnya, biasanya akan memiliki detak jantung istirahat di bawah 60 denyut per menit karena hati mereka sangat efisien.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan aritmia, diantaranya adalah:

  • diabetes
  • merokok
  • Tekanan mental
  • mengkonsumsi alkohol
  • penyalahgunaan narkoba
  • perubahan struktural hati
  • mengkonsumsi kopi berlebihan
  • hipertensi ( tekanan darah tinggi )
  • penyakit jantung seperti gagal jantung kongestif
  • hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • jaringan parut pada jantung, sering hasil dari serangan jantung

Orang yang sehat hampir tidak akan pernah menderita aritmia jangka panjang kecuali mereka memiliki pemicu eksternal, seperti penyalahgunaan narkoba atau sengatan listrik. Jika ada masalah mendasar, bagaimanapun, impuls listrik mungkin tidak dapat melakukan perjalanan melalui jantung dengan benar, meningkatkan kemungkinan aritmia.

Gejala Aritmia

Beberapa pasien tidak memiliki gejala, tetapi dokter mungkin mendeteksi aritmia selama pemeriksaan rutin atau pada EKG.

Bahkan jika pasien melihat gejala, itu tidak berarti ada masalah serius; misalnya, beberapa pasien dengan aritmia yang mengancam jiwa mungkin tidak memiliki gejala sementara yang lain dengan gejala mungkin tidak memiliki masalah serius.

Gejala tergantung pada jenis aritmia; kami akan menjelaskan yang paling umum di bawah ini:

Gejala takikardia

Takikardia adalah ketika jantung berdetak lebih cepat dari biasanya; gejala termasuk:

  • sesak napas (dyspnea)
  • pusing
  • sinkop (pingsan, atau hampir pingsan)
  • berkibar di dada
  • sakit dada
  • kepala ringan
  • kelemahan mendadak

Gejala bradikardia

Bradikardia adalah ketika jantung berdetak lebih lambat dari biasanya; gejala termasuk:

  • angina (nyeri dada)
  • kesulitan berkonsentrasi
  • kebingungan
  • kesulitan saat berolahraga
  • pusing
  • kelelahan (kelelahan)
  • kepala ringan
  • palpitasi
  • sesak napas
  • sinkop (pingsan atau hampir pingsan)
  • diaphoresis, atau berkeringat

Gejala fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium adalah ketika bilik atas jantung berdetak dalam pola tidak teratur dan tidak selaras dengan ruang bawah. Gejala sering berkembang dengan cepat, meskipun kadang-kadang, tidak ada gejala:

  • angina (nyeri dada)
  • sesak napas (dyspnea)
  • pusing
  • palpitasi
  • sinkop (pingsan, atau hampir pingsan)
  • kelemahan

Komplikasi aritmia

Stroke – fibrilasi (bergetar) berarti jantung tidak memompa dengan benar. Ini bisa menyebabkan darah terkumpul di kolam dan gumpalan bisa terbentuk. Jika salah satu gumpalan mencabut itu mungkin perjalanan ke arteri otak, memblokirnya, dan menyebabkan stroke. Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak dan terkadang bisa berakibat fatal.

Gagal jantung – takikardia atau bradikardia berkepanjangan dapat menyebabkan jantung tidak memompa cukup darah ke tubuh dan organ-organnya, kondisi ini adalah gagal jantung. Perawatan biasanya dapat membantu memperbaiki ini.

Pos by:
Berita Herbal Indonesia

Baca juga:

 

Mengetahui 4 Fakta Jenis Penyakit Jantung

Mengetahui 4 Fakta Jenis Penyakit Jantung

Jenis Penyakit Jantung – Kelainan penyakit pada jantung dan juga pembuluh darah dikenal sebagai silent killer, yaitu merupakan penyakit sebagai pembunuh dalam diam. Hal ini dikarenakan kelainan penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang berarti, namun penyakit ini dapat merusak tubuh secara perlahan-lahan.

Pola hidup yang tidak sehat memegang peran penting di dalam penyebab dari kelainan penyakit ini, tapi kelainan ini juga ada yang disebabkan oleh faktor genetik.

Jenis Penyakit Jantung

Kelainan penyakit jantung tidak hanya satu jenis saja, kelainan penyakit jantung terdiri dari beberapa jenis dan memiliki penyebab yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis kelainan pada jantung:

1. Penyakit aritmia

Aritmia merupakan suatu penyakit yang  berhubungan dengan irama detak jantung. Penyakit ini menyerang pada impuls. Dimana impuls listrik tersebut berfungsi sebagai pengontrol detak jantung. Ketika impuls listrik tersebut mengalami gangguan, maka akan mengakibatkan irama detak jantung pada manusia tidak teratur.

Penyakit aritmia bisa dibagikan menjadi jenis yaitu artimia takikardia dan bradikardia. takirkardia yaitu irama detak jantung akan berdetak lebih cepat dan tiba-tiba normal atau sebaliknya. Sedangkan bradikardia merupakan kelainan penyakit yang membuat detak jantung lebih lambat.

Penyakit aritmia bisa terjadi tanpa memberikan gejala apapun, tapi terkadang penyakit ini akan memberikan gejala-gejala sebagai berikut

  • Denyut jantung berdetak lebih lambat
  • Denyut jantung berdetak lebih cepat
  • Rasa berdebar di dada
  • Merasa sesak napas
  • Merasa nyeri dada
  • Cepat lelah
  • Pingsan
  • Pusing

Dan berikut ini adalah penyebab dari penyakit aritmia jantung:

  • Efek samping mengkonsumsi obat-obatan
  • Ketidak seimbangan elektrolit
  • Kecanduan cafein & nikotin
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit kelenjar tiroid
  • Sleep apnea obstruktif
  • Penggunaan narkoba
  • Kecanduan alkohol
  • Penyakit diabetes
  • Hipertesin
  • Polusi
  • Stres

2. Penyakit jantung koroner

Jantung koroner merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit jantung koroner ini disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah utama jantung. Sumbatan ini dikarenakan adanya penumpukan kolestrol dan lemak pada dinding pembuluh darah.

Dengan adanya penumpukan lemak dan kolestrol tersebut akan menghambat jalan darah, menyempitkan pembuluh darah dan mengakibatkan peradangan. Sehingga akibatnya akan mengurangi asupan darah dan oksigen di dalam jantung.

Gejala jantung koroner:

  • Merasakan nyeri dada seperti tertimpa beban berat dan akan menjalar ke leher, lengan, bahu dan juga rahang bawah.
  • Mengeluarkan keringan yang berlebihan padahal tidak sedang beraktivitas apapun.
  • Merasakan sesak napas, terutama pada saat Anda melakukan aktivitas berat.
  • Sering merasakan sakit kepala tanpa ada penyebab yang jelas.
  • Mengalami pembengkakan pada lengan dan kaki.
  • Nafsu makan menurun dan muntah-muntah.
  • Mengalami cemas berlebihan.

Penyebab jantung koroner:

  • Mengalami stres
  • kurang berolahraga
  • Menderita hipertensi
  • Penyakit diabetes melitus
  • Pola hidup yang tidak sehat
  • Terdapat kadar lipid atau kolestrol tinggi

3. Penyakit jantung rematik

Penyakit jantung rematik merupakan penyakit yang menyerang pada katup jantung. Penyakit jantung ini merupakan penyakit yang bersumber dari infeksi demam rematik yang menyerang pada pada tenggorokan.

Terjadinya infeksi demam rematik ini disebabkan oleh streptokokus bertipe A atau bakteri streptococcus pyogenes. Pada saat bakteri tersebut menyerang dan bersarang pada tenggorokan, beberapa bakteri tersebut akan semakin berkembang dan turun dan akan menyerang jantung.

Dengan adanya bakteri turun dan menyerang ke jantung, maka biasanya jantung dan khususnya katup jantung akan terjadi pembengkakan dan akan muncul jaringan parut pada pintu katup.

Berikut ini adalah gejala penyakit jantung:

  • Merasakan pusing
  • Merasakan nyeri dada
  • Cepat merasakan lelah
  • Napas menjadi lebih pendek

Berikut ini adalah penyebab jantung rematik:

  • Gizi buruk atau tubuh kekurangan nutrisi
  • Pola hidup yang tidak sehat
  • Reaksi autoimun
  • Faktor genetik

4. Penyakit jantung bocor

Jantung bocor merupakan kelainan dimana jantung tidak bisa berkembang secara normal, hal ini dapat menyebabkan terganggunya kinerja jantung, penyakit jantung bocor ini biasanya sering terjadi kepada bayi yang baru dilahirkan.

Selama pada masa perkembangannya di dalam kandungan, pertumbuhan dan perkembangan jantung pada bayi tersebut tidak berkembang secara normal, sehingga menyebabkan cacat jantung.

Faktor penyebab jantung bocor:

  • Seorang wanita yang hamil diatas 40 tahun
  • Orang yang mengalami down syndrome
  • Seorang ibu hamil yang terinfeksi virus
  • Kekurangan gizi selama kehamilan
  • Seorang wanita pecandu alkohol

Berikut ini adalah gejala jantung bocor:

  • Mengalami sinosis, yaitu mulut, bibir, serta membran murkosa mengalami warna kebiruan
  • Dasar kuku kaki dan tangan berbentuk cembung atau bulat
  • Pada seorang bayi, biasanya bayi tersebut akan rewel
  • Tumbuh kembang anak terhambat
  • Berat badan susah naik
  • Sering sesak nafas
  • Sering pingsan
  • Mudah lelah

Itulah 4 jenis penyakit jantung, jantung adalah organ yang sangat penting. Maka Anda sangat wajib untuk menjaganya.

Pos by:
Berita Herbal Indonesia

Artikel terkait: